Artinya Allah SWT yang telah menciptakan perbedaan di tengah-tengah kehidupan manusia (Qs. Al-Hujurat ayat 13). Jika Allah menghendaki, maka Ia akan menciptakan manusia satu suku bangsa saja, satu bentuk, satu rupa, satu gender, hingga satu agama saja. Namun tidak, Allah SWT menciptakannya dengan sangat beragam, dengan keyakinan yang beragam pula. anugerahTuhan yang harus kita syukuri. suatu masalah yang perlu menjadi perhatian. suatu kondisi yang perlu diwaspadai. Semua jawaban benar. Jawaban yang benar adalah: B. anugerah Tuhan yang harus kita syukuri. Dilansir dari Ensiklopedia, tuhan menciptakan perbedaan pada setiap manusia dan perbedaan itu merupakan anugerah Tuhan yang harus kita Tuhaningin manusia Tahu Adam Dan Hawa bahwa 2 jenis kelamin yang berbeda. Sama hal nya juga hewan (jantan/betina), tumbuhan (bunga/sari, koreksi jika salah). Oleh karena itu manusia, hewan Dan tumbuhan Bisa berkembang biak. Tidak mungkin Tuhan Hanya Menciptakan 2 manusia aja. Jika memang Tuhan menciptakan 2 manusia saja. Banyakorang berlebihan menggunakan istilah an-nizhâm al-ijtimâ'î untuk menyebut seluruh peraturan kehidupan bermasyarakat. Penggunaan istilah ini salah. Istilah yang lebih tepat untuk menyebut peraturan kehidupan bermasyarakat adalah anzhimah Tuhan Representasi (untuk seni atau penyembahan) Tuhan dalam (dari kiri atas, searah jarum jam) Kristen, Atenisme, Zoroastrianisme, dan Hindu Bali. Tuhan dipahami sebagai Roh Mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan. [1] Tidak ada kesepakatan bersama mengenai konsep ketuhanan, sehingga ada berbagai konsep ketuhanan meliputi teisme, deisme Dilansirdari Encyclopedia Britannica, tuhan menciptakan perbedaan pada setiap manusia dan perbedaan itu merupakan anugerah tuhan yang harus kita syukuri. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Konferensi Asia Afrika telah menghasilkan beberapa kesepakatan. Sehinggamemiliki pilihan, hidup dengan pilihan yang berbeda-beda adalah bagian dari kehidupan. Karena Allah menjadikan manusia yang berbeda-beda, maka sebagai manusia ciptaan-Nya kita seharusnya bisa hidup dengan segala perbedaan itu dengan bersikap toleran kepada orang yang berbeda dengan tujuan hidup damai dalam bingkai kebaikan. Manusiabukan hanya bisa menerima perbedaan, bahkan lebih dari itu, cenderung ingin berbeda. Hanya saja perbedaan yang di-impikan oleh setiap manusia adalah perbedaan yang membuat dirinya unik, special, bisa berbangga dan diuntungkan. Apa saja itu: cantik, tampan, kuat, gagah, pintar, kaya. BL, 3 Juni 2021 Perbedaanyang diciptakan oleh tuhan adalah b.Anugerah tuhan yang harus kita syukuri.Hal ini dikarenakan dengan adanya berbagai macam perbedaan, kita akan dapat saling melengkapi kekurangan dan kelebihan yang dimiliki antara satu dengan yang lainnya.Sehingga kita akan mampu untuk memaksimalkan potensi kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Tuhanmenciptakan perbedaan pada setiap manusia dan perbedaan itu merupakan a suatu masalah yang wajib kita hindari B suatu masalah yang perlu menjadi - 3999789 handriyanyi handriyanyi 01.04.2021 WPQGy. Sebagai orang tua, sudah merupakan sebuah kewajiban untuk mengasuh dan merawat anak, baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Di antara ciri dari perkembangan kecerdasan anak adalah di usia 2 hingga 5 tahun anak sering bertanya banyak hal. Pertanyaan-pertanyaan itu kadang bisa dijawab dengan sederhana dan mudah, terkadang juga pertanyaan anak tidak masuk akal hingga membuat orang tua bingung. Yang terpenting dari itu semua, orang tua harus memahami bahwa karakter anak di usia mereka memang sering bertanya. Dengan semaksimal mungkin kita mesti menjawabnya, bahkan kalau tidak tahu, mintalah kepada anak kesempatan diberikan waktu untuk mencari jawabannya. Jangan sampai kita malah membentak mereka karena banyak bertanya, “Udah deh! Kamu jangan banyak tanya!” Respons tersebut nantinya akan berefek negatif pada anak dalam jangka panjang. Anak akan ragu atau tidak mau menceritakan persoalannya sendiri kepada orang tua, bahkan ketika ditanya. Misal anak bertanya, “Mah, kenapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda?” Biasanya pertanyaan ini ditanyakan anak usia balita. Pada usia itu mereka sering bertanya mengenai sesuatu dengan bentuk “kenapa?” atau “mengapa?”. Jawaban orang tua pada anak itu akan memahamkannya terhadap sesuatu secara mendasar, meski belum tentu si anak dapat memahaminya secara utuh. Atas pertanyaan di atas, orang tua dapat mengajak anak untuk dialog dan bertanya hal-hal ringan dan sederhana. Barangkali di usia tersebut anak sudah menjangkau pengetahuan-pengetahuan eksternal dari media dan tayangan di televisi, sehingga ia mendapati ragam jenis manusia yang berbeda-beda secara fisik. “Hmmm, maksud kamu beda-beda sukunya ya? Suku Jawa, Sunda... ada orang bule, orang yang hidung mancung, hidungnya pesek, ada yang tinggi dan pendek, ya? “Iya, mah, kok mereka beda-beda bentuknya sih.” “Nah, manusia diciptakan berbeda-beda itu, agar mereka saling kenal satu sama lain, lho..., Nak. Dengan mengenal satu sama lain, maka kita semua bisa berteman dan saling membantu. Dengan kita tahu kalau manusia itu berbeda-beda, kita nantinya bisa memahami dan menghormati satu sama lain, Nak...” “Kalau manusia sama semua, dunia ini nggak indah nantinya, karena semuanya sama. Justru karena beda-beda itu semua hal jadi indah, Nak.” Kemudian si Ibu melanjutkan dengan mencontohkan hal-hal yang ada di sekitarnya atau sering mereka lakukan bersama agar anak lebih mudah menangkap dan memahaminya. “Semisal begini, kita kan tiap minggu pergi ke taman bunga di pusat kota. Nah, menurut kamu, lebih indah dan lebih bagus mana, taman bunga yang bunganya warna-warni dan beda-beda bentuk bunganya, atau yang sama semuanya?” tanya ibu si anak dengan nada yang seru. “Ya yang beda-beda dong, Mah, kan warnanya banyak....” “Nah, begitu juga manusia, diciptakan berbeda-beda supaya hidup kita lebih berwarna dan indah.” “Ohhh, begitu, Mah!” Si anak pun sekarang mengerti mengapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda satu sama lainnya. Sedikit demi sedikit, seiring berjalannya waktu, pemahamannya perlu disertai dengan contoh kita sebagai orang tua untuk menghormati orang-orang yang berbeda, baik ras maupun suku. Dengan demikian, si anak dapat mempelajari cara menghormati perbedaan yang ada di sekitarnya. Jawaban si Ibu kepada anaknya yang bertanya mengapa manusia berbeda-beda ciptaannya sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surah al-Hujurat ayat 13 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ Artinya “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” Amien Nurhakim, Alumnus UIN Jakarta dan Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah, Ciputat. Konten ini hasil kerja sama NU Online dan Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama RI Inta Official Writer Kita adalah pribadi yang unik. Tentang keunikan setiap pribadi, John C. Maxwell menceritakan mengenai dua orang pria yang sedang memancing ikan. Pada suatu sore, ada dua orang pria yang duduk menunggu umpannya dimangsa oleh ikan. Ditengah-tengah penantian tersebut, mereka memulai sebuah pria menceritakan istrinya, memuji-mujinya dan menonjolkan kebaikan yang ada pada istrinya. Sementara pria lain mendengarkan, pria pertama tadi menutup ucapannya demikian, "Kamu tahu, kalau semua pria seperti saya, mereka semua pasti mau menikahi istri saya."Menanggapi si pria pertama tadi, pria kedua berkata, "Dan kalau semua pria sama seperti saya, bisa dipastikan kalau tidak ada satupun wanita yang mau." Tidak ada satu pribadipun yang sama. Bahkan mereka yang kembar identik pun pasti punya perbedaan, baik dalam sifat, minat, sampai kepribadian Bayangkan kalau dari milyaran manusia yang ada di muka bumi ini, ternyata tidak ada satupun yang persis sama. Tuhan memang menghendaki kita, manusia untuk memiliki perbedaan dan keunikan. Kejadian 127, "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."Sejak pertama kali manusia diciptakan, Adam dan Hawa sudah berbeda dalam hal jenis kelamin. Demikian juga saat mereka berdua memiliki anak, dalam hal minat, Kain adalah seorang petani, sementara Habel bekerja sebagai ini sudah cukup menjelaskan kalau Tuhan memang menghendaki kita, sebagai manusia yang berbeda, unik, dalam berbagai sisi. Kita juga harus mengingat kalau Tuhan menciptakan manusia secara pribadi, bukan lewat penciptaan massal. Lewat pemahaman bahwa setiap pribadi yang unik, kita bisa belajar mengenai penerimaan diri sendiri dan orang lain. Satu, setiap kita harus bisa bersyukur pada keadaan kita yang sekarang ini. Pesek, mancung, pendek, tinggi, semua ciptaan Tuhan adalah unik, tidak ada alasan bagi kita untuk mengeluh hanya karena kita berbeda. Tidaklah perlu kita mencoba untuk menjadi orang lain. Justru sebaliknya, kita perlu bersyukur dan bangga karena Tuhan telah menjadikan kita berbeda dan unik. Bahkan melalui perbedaan tersebut, Tuhan akan menyatakan karyanya bagi kita. Dua, sebagaimana bisa menerima diri sendiri, kita juga harus bisa menerima pribadi orang lain. Baik kekurangannya, kelebihannya, keberadaannya, kita harus bisa menerima semua itu. Mereka tidak harus sama seperti kita, sebab Tuhan telah menghendaki mereka berbeda dari kita. Ada orang yang punya wajah mirip, tapi bisa dipastikan kalau sifatnya tidaklah mirip. Pun orang yang punya sifat dan wajah mirip, mereka pasti punya talenta yang berbeda. Pengalaman hidup mereka pun sekarang, kita harus bisa menerima setiap perbedaan yang ada dalam kita dan orang lain. Sebab dengan menerima keadaan tersebut, kita akan jauh dari iri hati, kecemburuan dan menjadi lebih bersyukur atas setiap hal yang kita terima. Sumber berbagai sumber Halaman 1 Tuhan menciptakan perbedaan pada setiap manusia dan perbedaan itu merupakan? suatu masalah yang wajib kita hindari anugerah Tuhan yang harus kita syukuri suatu masalah yang perlu menjadi perhatian suatu kondisi yang perlu diwaspadai Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah B. anugerah Tuhan yang harus kita syukuri. Dilansir dari Ensiklopedia, tuhan menciptakan perbedaan pada setiap manusia dan perbedaan itu merupakan anugerah Tuhan yang harus kita syukuri. [irp] Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. suatu masalah yang wajib kita hindari adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. anugerah Tuhan yang harus kita syukuri adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. [irp] Menurut saya jawaban C. suatu masalah yang perlu menjadi perhatian adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. suatu kondisi yang perlu diwaspadai adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. [irp] Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah B. anugerah Tuhan yang harus kita syukuri. [irp] Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.