Ayo mondok menjadi starting point untuk RMI NU mengkampanyekan pesantren sebagai referensi pendidikan generasi muda. Pesantren memiliki khazanah pengetahuan dan nilai-nilai yang diwariskan dari para kiai, sudah jelas kontribusinya untuk Indonesia," ungkap Abu Choir, pada konsolidasi tim PBPK, Sabtu (2/01/2016) di Pesantren Maslakul Huda, Kajen
Pasuruan Gubernur Jawa Timur H Soekarwo secara resmi membuka gelaran Silaturrahmi Nasional (Silatnas) perdana gerakan “Ayo Mondok”, Jum’at malam (13/5), di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan, Jawa Timur.Tampak hadir dalam acara pembukaan, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketua PWNU
AYOSURABAYACOM-- Pesta Lomban merupakan sedekah laut yang berupa tradisi larung kepala kerbau di laut yang dilaksanakan pada tanggal 8 bulan Syawal tahun Hijriah dan diikuti oleh seluruh nelayan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dengan menggunakan perahu besar maupun kecil.. Pesta Lomban dilangsungkan di pantai-pantai Jepara, antara lain
Subang NU Subang Online Gerak Cepat, KOIN NU Tambakdahan Kejar Target. MWC NU Kec. Tambakdahan kembali mengumpulkan warga Nahdliyin untuk percepat program KOIN NU. "Target harus tercapai. Kita bangun kantor sekretariat MWC NU untuk segala kebutuhan." Ungkap Ust. Muno, Ketua MWC NU Kec. Tambakdahan Sementara Ketua
Sepertiyang kita ketahui, hari santri nasional jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020, maka RMI PBNU sengaja mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” dengan logo “Ayo Mondok Pakai Masker”, sebagai spirit untuk selalu menjaga kesehatan. “Semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan
GAYUNGAN AYOSURABAYA.COM - Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) merupakan lembaga milik Nahdlatul Ulama dengan basis utama pondok pesantren.Di Indonesia, jumlahnya mencapai lebih dari 26.000 dan tersebar di sejumlah daerah. Plt Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Jawa Timur (Jatim), KH Abdussalam
GerakanNasional Ayo Mondok adalah bentuk kepedulian kalangan pesantren yang tergabung dalam Rabitah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU), terhadap fenomena dunia pendidikan yang gagal menanamkan pendidikan karakter kepada pelajar dan mahasiswa. Kegagalan dunia pendidikan tentu tidak bisa menunjuk lembaga pengelola pendidikan sebagai
GusLukman, selain Katib PBNU juga Ketua Gerakan Ayo Mondok RMI. Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur, memulangkan santri sejak tanggal 20 Maret 2020 atau 4 hari setelah pemerintah menerapkan pembatasan-pembatasan sosial di banyak. Mungkin ini pesantren yang paling cepat memulangkan santri, bahkan saat itu, kota Surabaya saja masih
KH M. Dian Nafi, M.Pd. mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada Ketua RMI Masa Khidmah 2015-2020 yang telah karena telah memberikan contoh yang baik dalam mengelola Program RMI PBNU khususnya terhadap Gerakan Ayo Mondok.
PesantrenID- Jakarta, Asosiasi pesantren nahdlatul ulama (RMI PBNU) mengadakan pelatihan satgas covid19 pesantren (SCP) selama dua hari ahad dan senin () melalui daring. diselenggarakan oleh satuan koordinasi covid19 RMI PBNU dan bekerja sama dengan beberapa komunitas dan lembaga yaitu Ayo Mondok, NU Peduli Covid
ZpQbKAh. Jakarta, NU OnlinePemukulan bedug oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Senin 1/6 di aula kantor PBNU Jakarta, menandai diluncurkannya Gerakan Nasional “Ayo Mondok” yang dimotori oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah RMI.Koordinator Gerakan Nasional “Ayo Mondok, Pesantrenku Keren” KH Lukman Harits Dimyati mengatakan, gerakan ini adalah bentuk kepedulian kalangan pesantren yang tergabung dalam RMI terhadap fenomena dunia pendidikan yang gagal menanamkan pendidikan karakter kepada pelajar dan secara moral, hanya pesantren yang bisa menyelamatkan generasi muda dari kencenderungan-kecenderungan pendidikan yang merusak. Perilaku yang baik hanya bisa dilakukan dengan pembiasaan secara terus menerus untuk bersikap baik.“Pembiasaan selama 24 jam dengan pengawasan, pembinaan dan pendampingan terus menerus adalah bentuk pendidikan karakter yang sudah lama dilakukan di pesantren, jauh sebelum isu pendidikan karakter muncul,” Sad Aqil Siroj mengatakan, gerakan Ayo Mondok ini merupakan “action” dari gerakan “Kembali ke Pesantren” yang dicanangkannya sejak Muktamar NU di Makassar 2010 lalu.“Omong kosong kalau kita ngomong kembali ke khittah kalau tidak kembali ke pesantren. Kembali ke pesantren bisa dalam artian fisik yakni mondok, atau dalam pengertian kembali kepada nilai, akhlaq dan jati diri pesantren,” dalam acara peluncuran Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Ketua PP RMI Amin Haedari, Sekjen Miftah Fakih dan para pengurus PP RMI, Ketua RMI Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozien dan Ketua RMI Jawa Timur KH Reza Ahmad Zahid, serta para pengurus lembaga dan badan otonom di lingkungan PBNU. A. Khoirul Anam
Semarang, NU Online Pengurus Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiah PP-RMI NU menyelenggarakan Silaturahim dan Konsolidasi Gerakan Nasional Ayo Mondok pada Rabu 4/3 bertempat di Villa Pondok Kopi, Umbul Sidomukti, Kabupaten Semarang, JawaTengah. Acara yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Pusat RMI PP-RMI, Pengurus Pusat Gerakan Nasional Ayo Mondok, dan utusan beberapa perwakilan Pengurus Wilayah PW-RMI dari Jawa membahas tentang evaluasi program dan strategi Gerakan Ayo Mondok GAM ke depan. Menurut Ketua Umum PP RMINU KH. Abdul Ghafarrozin atau yang lebih akrab disapa Gus Rozin, GAM sejak awal diarahkan sebagai upaya promosi pesantren kepada masyarakat kelas menengah ke atas agar memperluas masyarakat santri. Di samping tentu saja menjadi media komunikasi bagi pesantren kebanyakan. Oleh karena itu harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat sekarang tentang pondok pesantren. "Dalam survey yang dilakukan PP RMINU, ada pergeseran di tengah masyarakat tentang Pesantren. Wali santri kelas menengah ke atas jarang yang bertanya tentang kitab apa yang dikaji di pesantren," ungkapnya. Kelompok ini lanjutnya, lebih sering mengukur pesantren yang cocok untuk anak-anaknya dari mulai dari segi sarana, kebersihan, kesehatan, dan ihwal lain yang itu belum menjadi perhatian GAM selama ini. Ketua Gerakan Ayo Mondok, KH Lukman Haris Dimyati juga mengungkapkan, terkait pergeseran definisi di masyarakat, seperti tidak samanya pemahaman wali santri dan pesantren tentang mana yang kategori kekerasan dan mana yang kategori mendidik. GAM juga harus memberikan sosialisai, pendampingan, dan advokasi ke pesantren agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari. "Mungkin harus dibentuk sistem yang mengikat antara pondok pesantren dan wali santri, sehingga kejadian yang tidak diinginkan seperti komplain wali santri terhadap cara didik pengasuh ke anaknya yang dianggap kekerasan, tidak terjadi lagi," ungkapnya. Demi tercapainya tujuan-tujuan terebut, Gus Rozin juga mengingatkan bahwa GAM dan RMI harus bersinergi dengan baik sehingga niatan kita untuk memajukan pesantren dapat saling menguatkan. "Karena ada beberapa hal tidak bisa didekati secara struktural RMI, namun bisa dengan kultural GAM," terang Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati ini. Sebelum Muktamar Makassar RMI itu Banom di NU. Setelahnya RMI menjadi lembaga sehingga ada beberapa keterbatasan dalam organisasi RMI di pusat dan daerah, padahal justru persoalan pesantren dewasa ini lebih kompleks, sehingga perlu langkah terobosan untuk untuk memecah kebuntuan ini, GAM bisa menjadi solusi karena sifatnya yang horisontal. "GAM harus mengambil peran promotif dan pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat pesantren. Biar hal-hal yang bersifat prinsipil dan substantif menjadi tugas RMINU," tegasnya. Harapannya hasil dari konsolidasi kali ini bisa menjadi bekal untuk kepengurusan yang selanjutnya. Silaturahim dan konsolidasi membahas evaluasi program, struktur, dan perencanaan program strategis GAM. Kontributor Mukhamad Zulfa Editor Abdul Muiz
GAYUNGAN, - Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama RMI NU merupakan lembaga milik Nahdlatul Ulama dengan basis utama pondok pesantren. Di Indonesia, jumlahnya mencapai lebih dari dan tersebar di sejumlah daerah. Plt Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah RMI Nahdlatul Ulama Jawa Timur Jatim, KH Abdussalam Shohib menyatakan, RMI NU merupakan asosiasi pesantren NU yang berencana memberikan sertifikat kepada pondok-pondok pesantren di bawah naungan RMI. Dalam sertifikasi itu, berupa pesantren aman dan sehat. Maka dari itu, ia berupaya melakukan koordinasi dengan beragam pihak. Baik internal mau pun eksternal dari beragam pihak agar aksi pencabulan atau pemerkosaan di lingkungan pondok tak terulang lagi. Baca Juga GIIAS Surabaya 2021 Dihadiri Pengunjung "Kita akan koordinasi dengan pihak eksternal, aparat yang berwenang, LBH, KPAI, dan Kemenag. Kita juga lakukan koordinasi internal, komunikasi dan koordinasi dengan LBHNU dan LKKNU," kata Abdussalam, Senin 13/12/2021. Dengan adanya sertifikasi tersebut, dinilai dapat membuat pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU tetap mendapatkan kepercayaan dari publik. Sehingga, pandangan negatif terhadap pondok pesantren atau beragam hal di dalamnya tiada. Ia berharap, hal serupa juga dilakukan oleh organisasi massa lainnya. "Pesantren di bawah RMI semuanya berkembang dan mendapat kepercayaan tinggi di mata masyarakat," ujarnya. Baca Juga Kesalahan Teknis, Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Champions Dibatalkan dan Akan Diulang Pukul WIB Sebelumnya, pemerkosaan terhadap santriwati oleh HW terhadap 13 santriwati di Cibiru, Bandung, Jawa Barat memicu amarah khalayak. Tentunya, hal itu mengundang aneka respon dari khalayak. Tak hanya sekedar mencibir, warganet juga mengecam perbuatan tersebut. Kini, kasus itu tengah diproses lebih lanjut oleh pihak kepolisian.